"I was born with an enormous need for affection, and a terrible need to give it." - Audrey Hepburn

2011

Well, what can I say?


Bon voyage, 2010.
Hello, 2011.
Happy New Year, people.
Be happy, me.

Let Me Take You Down

31 Desember 2010, berawal pukul 00.00, gue melakukan sebuah perjalanan bersama Mabrur dan Ilyas. Sepanjang perjalanan itu gue dengerin satu lagu, on loop, ga ada bosennya. Supaya berasa, buffer lagu ini sambil baca deh.





Ini adalah gambar yang dibuat Mabrur.


 

Bagi dia, perjalanan itu sudah dimulai kira-kira sejam sebelumnya, dalam zona yang ada tulisan M's. Makanya ketika kami ada dalam zona berbulatan putih, berlokasi di sebuah warung kopi, dimana bagi gue dan Ilyas perjalanan baru dimulai, dia sudah menggambar :



Dalam zona polos, di sebelah zona berbulatan putih, kami jalan-jalan mengelilingi daerah Cijantung. Entah apa yang ada di pikiran masing-masing waktu itu. Yang gue inget, Ilyas minta sama Mabrur untuk leading ke daerah yang banyak pohonnya. 

Dalam zona yang diarsir dan diberi coretan spiral, kami udah balik lagi ke warung kopi tadi. Ilyas sibuk bermain cahaya. Dia bilang, kalo bola lampu kuning, cahayanya bisa ditarik mendekat dan bahkan bisa ditangkep. Kalo bola lampu putih, nggak bisa. Well, good luck with your imagination, old pal.

Gue nulis banyak banget. Atau mungkin lebih tepatnya gue merasa udah nulis banyak banget. Pulpen dan note mabrur jadi sasaran.




Gue dan Mabrur berkontemplasi dengan teori-teori di kepala masing-masing. Here goes :


Theoria #1 : Rokok, dimana, ujungnya memiliki panas yang lebih dari 100 derajat Celcius, tapi dia tidak bisa merebus air. Lalu, kenapa bisa? Karena dia bara, bukan api! - Mabrur Herza in Utter Space
Theoria #2 : Human are big creatures, so whoever they are, whoever their families are, the world would always be too small for them." - Azka, somewhere only she knows

Mabrur merasa itu belum cukup, ketika kemudian dia menulis lagi :


Di "Soerabi" (sebuah tempat makan)? Bikin surabi pake bara? tapi bisa bikin surabi itu meleleh. Kenapa bisa? Itu bara bisa! --> Woi! Rokok, baranya, biar 300 derajat Celcius kek, Dia, Kecil. - Mabrur Herza in Utter Space #2

Sebetulnya ada satu tulisan lagi yang gue buat, for someone special. Gue robek dari notes nya Mabrur. Jadi si kertas kebelah dua sekarang. Kalo tu kertas emang jodoh, robekannya bakal ketemu lagi ntar. Entah berapa tahun lagi.


Mabrur dua kali jalan kaki entah kemana. Sampe belanja ke AlfaMart segala. Dia juga menggambar.





Di zona putih polos, di sebelah zona berspiral, adalah saat kami bergerak dari warung kopi. Ngisi bensin di Margonda Raya, berkeliling lagi di daerah Cijantung. Saat itu gue baru mengerti kenapa Ilyas minta daerah yang banyak pohonnya. Indah banget ngeliat pohon-pohon berlalu di kanan-kiri ketika motor lagi jalan. Dan disitu juga gue tiba-tiba kangen berat sama nyokap. Bahkan sampe nangis di jalan. Tapi tetep aja, biarpun nangis, bibir tetep senyum.


Zona berbulatan hitam adalah aftermath. Disana gue mulai recall semua ingatan. Ternyata sepanjang perjalanan itu, gue memang nulis melulu. Di handphone :


#1 Orang boleh bilang "I know you". Terserah. But heck, nobody really knows who I am! Not even my family! They only get the closest, or the vicinity, but not exactly.
#2 Penghabisan bulan, ya? Bulannya keliatan seperti ujung kuku. Dan sekarang pukul 5.33, dia masih keliatan. Gantian dong sama matahari, jangan serakaaaah. 

Di twitter :


Aftermath itu berlokasi di sebuah warung kopi juga, tapi warung kopi yang berbeda. Ada satu poster yang bikin gue ngakak karena tulisannya lucu menurut gue :


sebuah poster iklan handphone dengan tulisan TOOT besar diatasnya

Mabrur menempel bon belanjaan dia di Alfamart disitu. Lengkap bersama kembaliannya. 




Dari sana, kami pulang. Gue masih senyum sepanjang jalan, seneng karena perjalanan malam ini oke banget. Dan seneng juga karena pulang berarti ketemu nyokap. I miss her like hell. Sepanjang jalan gue ngeliat ke kaca spion melulu. Juga sibuk foto-foto pake kamera handphone, meskipun hasilnya ga beres semua, haha.








Ketika sampai di rumah, setelah Mabrur dan Ilyas pulang, gue masuk kamar dan ganti baju. Kemudian noleh ke kaca. Disana ada anak perempuan balik ngeliatin gue sambil senyum. Kami saling pandang beberapa saat. Gue kenal dia, dia adalah sahabat gue sejak kecil. Nggak pernah ilang ketika gue butuhkan, dan satu-satunya yang tau persis apa yang gue mau dan tidak mau. 


Gue ketawa kecil dan dia juga ketawa kecil. Setelah itu, kami sama-sama bilang, "Thank you for tonight. I love you."

Hal-Hal Yang Saya Percayai Kebenarannya Di 2010

Not that I didn't believe in them earlier. Hanya saja sekarang gue makin yakin bahwa :


1. Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Seorang manusia bisa menua dan kemudian mati tanpa pernah menjadi dewasa. Kasian banget. 


2. "Bodo Amat" adalah jawaban/elakan bodoh/sampah/keledai dari semua jawaban yang memungkinkan - oleh @herzah. Yes, people. Ucapkan bodo amat dan anda telah menjadi sampah.. entah bagi diri sendiri maupun komunitas anda. Ucapkan bodo amat dan anda resmi menjadi apatis paling tidak berguna di muka bumi.


3. Yang namanya Opportunity Cost (biaya sebuah pilihan) tidak hanya ada di ilmu ekonomi, tapi juga ada di ilmu kehidupan. 


4. Semakin sedikit yang anda ketahui, semakin sederhanalah hidup anda, sekaligus semakin tidak bergunalah anda bagi komunitas yang bersangkutan. Ini juga salah satu contoh poin nomor 3.


5. Diam itu emas, tapi bukan berarti kalau bicara anda tidak bisa mendapat emas. Intinya: relatif bos, tergantung situasi dan kondisi.


6. Satu-satunya mantra sakti hanyalah : "SAYA BISA DAN SAYA BAIK-BAIK SAJA". 


7. Forever simply doesn't exist. 


8. Disappointment is something you'd get if you trust people, and trust is a price you must pay if you're willing to build connection. And a connection is, simply, a heck of everything.


9. Morality is a result of well-educated believers. It's above everything; logic, skills, and even knowledge. It's the fundamental of the pathway your heart creates. Without it, everything is nothing. One could even hijack religion.


10. Memaafkan bukanlah memaafkan tanpa rasa tulus & ikhlas. Tapi tidak bisa dipungkiri, memaafkan itu indah. Hanya saja ketulusan dan keikhlasan itu mahal.


11. Semua poin diatas sebenarnya adalah curhat.






Terima kasih sudah membuang waktu untuk membaca. 


p.s. Indonesia kalah 3-0 sama Malaysia. Karena gue tidak punya cukup pengetahuan dan (apalagi) kapabilitas untuk menilai dimana salahnya, gue cuma bisa mengutip kata peribahasa: "anjing menggonggong kafilah berlalu". Tinggal tentuin aja siapa yang mau jadi anjing dan siapa yang mau jadi manusia.


Oh iya, untuk tanggal 29 di GBK. Wish #1: Indonesia menang. Wish #2: Kalopun kalah, mereka cabut dari stadion ditemani suporter-suporter yang setia. Moga-moga gak pada jual tiket gara-gara hari ini kalah. Dan, moga-moga gak pada rusuh. Gak dengan mulut dan gak juga dengan fisik. Karena, well, apa gunanya?

To 2010

Dear 2010,


You're going to end soon. I don't like goodbyes, I hate that you have to go.


...but I guess I don't really have any choice, do I?
Let's just make the most of these last days. 

Wish




So, so you think you can tell Heaven from Hell, blue skies from pain.
Can you tell a green field from a cold steel rail?
A smile from a veil?
Do you think you can tell?

Did they get you to trade your heroes for ghosts?
Hot ashes for trees?
Hot air for a cool breeze and cold comfort for change?
Did you exchange a walk on part in the war for a lead role in a cage?

How I wish, how I wish you were here.
We're just two lost souls swimming in a fish bowl, 
Year after year,
running over the same old ground.
What have we found
The same old fears.
Wish you were here.



(Pink Floyd - Wish You Were Here)





Makasih banyak. Kamu baik.

Yaaah, Siapa Tahu Dia Benar-Benar Ada


Laki-laki yang tidak banyak bicara. Disebut dingin dan beku, tapi padat. Dan ia tidak beku selamanya; di bawah matahari ia akan sepenuhnya leleh. Hanya di bawah matahari, ia akan sepenuhnya leleh.


Laki-laki es. Kalau suatu hari saya ketemu yang seperti ini, akan saya foto dan saya post disini. 

Help!

I really want to write but I don't know what to write -___- this is stupid. I'm just overtired by the end of semester tests. I've just finished studying this subject :




and am gonna soon be meeting its old pal :




geez. I'm reading books the subject of which is gonna flunk. This is insane. Holiday is just a week away and I'm still not sure if I'm happy to welcome it. I mean, not enough holiday would definitely sucks but too much holiday is another highway to hell. And I've never had enough, fitted, precise length of a holiday. Besides, I'm gonna be busy being the Campaign Manager of our new Head of Student Board to be. Wonder what this upcoming holiday is gonna feel like. 


Oh, and what sucks more is the gecko (which is my phobia). It has been staying, immobile in its new favorite spot : my terrace. It stays there, screaming TOKEK! TOKEK! day and night, giving me goosebumps. I'm doing better, however, since I've given up trying to make it move somewhere else afar. I do not run anymore everytime it screams, I just yell back at it.


Hmph. Maybe I'll start reading the book. I'll stop writing. Oh, wish me luck.




Ciao!

Jika, Hanya Jika. Saja.

Kamu, kamu di dalam aliran darahku, ada dimana? Jangan kembali, karena kamu belum datang. Jangan datang, karena kamu telah kumiliki seumur hidup. Hadirlah. Tibalah tanpa kuminta, tanpa kucari, dengan mengasihi. Hadirlah. Tidak perlu mengatakan apa-apa. Hanya hadir saja. Jika aku tidak menahanmu, kau jangan pergi. Jika aku tidak bersuara, kau jangan diam. Jika kau memang mencintai, seharusnya kau ada. Jika sejak dulu kau ada, darahku akan bermakna. Seharusnya, seharusnya semua ini tidak menjadi jika. Hanya jika. Saja.

My Grandma's Girls


Moral value : I'm gonna be just like my mother in time.


And somehow it's a good thing :)

Your Shoe Doesn't Fit Me Right

Udah lama ga nulis agak "beres". Akhir-akhir ini postingan gue berisi sampah. Time to write a bit serious.


Gue berjenis kelamin perempuan. Terserah mau nuduh gue boong atau mau bilang casing gue salah, tapi yang jelas gue yakin 100% gue masih perempuan. Dan sebuah saying telah membuat gue sangat sedih:


"Perempuan itu kodratnya nunggu. Tugasnya cuma dandan, mempercantik diri, supaya cowok pada doyan. Kalo cewek terlalu pinter, jatohnya intimidating."


Alamakjaaang. Sedih banget gue. Secara implisit, si orang itu mau bilang sama gue bahwa yang namanya cewek gausah banyak mikir. Tinggal jual tampang, ngangkang, kelar.


Ya ampun. Kasian Kartini. Kalo bisa mati lagi, dia pasti udah mati gara-gara sakit hati. Man, menurut gue, yang namanya otak itu lebih seksi dari apapun. Orang yang smart bakal keliatan beda. Dari cara bicara, bertindak, bersikap, dan bahkan dari sinar matanya. Other than that, menjadi pintar/pandai/cerdas itu gak akan pernah ada ruginya dalam hal apapun dan untuk siapapun. 


Sekarang gue tanya sama cowok-cowok. Apa ruginya punya cewek pinter? Justru elo jadi termotivasi untuk maju karena gak mau kalah. Cewek pinter juga punya kuota "irasionalitas" yang lebih sedikit. Ada, tapi gak banyak. Yang gue maksud irasionalitas adalah kecendrungan marah ga penting hanya karena hal-hal kecil. Ketika itu cewek lo nikahin juga pasti lebih enak, karena perempuan pintar ga akan menghamburkan uang lo buat hal-hal yang ga signifikan. Dia juga akan cepat tanggap sama lelahnya elo sepulang kerja. Paling penting, dia akan tahu gimana caranya mengasuh anak-anak lo dengan baik.


Ada lagi satu saying yang mendebat gue:


"Cewek kan emang pada dasarnya lebih emosional. Less rational than men. So just leave it that way to make it equal."


Okay, mungkin benar bahwa perempuan itu lebih dikuasai emosi daripada laki-laki. Gue perempuan dan gue tau itu, karena betapapun kerasnya gue berusaha rasional, selalu ada momen dimana gue kebawa emosi. It's beautiful, sometimes, being led by your emotions. Tapi nggak berarti perempuan nggak boleh pake otak, kan? Menurut gue, yang namanya cewek itu bisa jadi player atau kejebak sama player karena lupa pake otak. Alasannya? Coba pikir sendiri.


Kemudian gue ditiban lagi sama omongan:


"Udah banyak orang pinter tapi ga punya hati, dan mereka cuma bikin dunia makin ancur."


Hey, siapa yang bilang bahwa pinter berarti ga punya hati? Gue sendiri selalu kasih analogi DVD; hati adalah filmnya, dan otak adalah bonus feature-nya. DVD tanpa bonus feature akan mengurangi daya tarik dan kenyamanan menonton (karena ga ada subtitle atau audio options, mungkin). Sedangkan DVD tanpa film ga ada gunanya. Cuma sebuah piringan yang bolong tengahnya.


Ternyata masih didebat lagi:


"Cinta itu emang bikin orang jadi bodoh. Udah darisananya."


Aduh. Cinta itu ada bukan untuk bikin orang jadi downgrade. Cinta itu seharusnya membangun. Cinta Tuhan sama lo membuat elo hidup dengan segala hal yang elo butuhkan, meski kadang bukan yang elo inginkan. Sebaliknya, cinta lo pada Tuhan membuat lo mikir-mikir untuk cabut dari "jalan yang benar". Cinta orangtua pada lo, membuat mereka marah kalo lo ngaco. Membuat mereka tetep kerja banting tulang meski lo bengal, pemalas, kacau balau dan sering pura-pura tidur kalo dimintain tolong. Sebaliknya, coba pikir sendiri apa efek kecintaan lo pada orangtua lo. Males gue ngetiknya.


Kalo cinta membuat orang jadi bodoh, berarti apa bedanya cinta sama ganja? Kenapa ga dibikin ilegal juga sama pemerintah? Kalo gitu mah mending gue ngeganja daripada jatuh cinta. Lebih simpel, modal korek doang.


Purpose dari tulisan sepanjang ini adalah untuk bilang bahwa gue ingin orang-orang, termasuk gue, sama-sama belajar valuating diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik. Elu manusia, jangan sampe cuma modal insting doang. Itu mah hewan. Dan juga karena elu manusia, jangan sampe hati ga dipake. Itu berarti lo kalah sama hewan.


Balance itu terjadi dalam diri lo sendiri, bukan ketika elo bertemu orang lain. Tugas orang lain bukanlah menyeimbangkan elo, tapi melengkapi elo.


But it's okay if you disagree, it's you and your life, not mine. And this is my blog, not yours.

Formspring

I hate anonymous whatever from whichever person, but I guess this one's worth the hatred. Because what you ask is actually a revelation of your something. So reveal yourselves to me. The question box is on the sidebar. 

Kepada Botol Kaca dan Ibu Bumi

Maaf, selama ini aku telah membuat mereka melacurkan diri. Kekasihmu, Botol Kaca, dan anak-anakmu, Ibu Bumi. Mereka melacurkan diri padaku. Meninggalkan kalian demi kesenanganku. Sesaat bagiku, dan mereka lenyap selamanya. Maafkan aku, Botol Kaca, aku mengerti bagaimana kau mencintai kekasihmu. Hingga kau rela melindunginya dari segala. Hingga kau terus berdua bertahun-tahun lamanya. Hingga ia berubah asam dalam usia tua. Hingga ia, melacurkan seluruh dirinya. Maafkan aku, Ibu Bumi, aku tahu kau menyayangi anak-anak yang kaulahirkan. Yang tidak kauajari untuk menjadi menyesatkan. Yang susah payah kaubesarkan. Bukan untuk diharamkan.


Aku telah membuat janji untuk berhenti. Dan janji seharusnya ditepati.