"I was born with an enormous need for affection, and a terrible need to give it." - Audrey Hepburn

I sometimes wish I've never been born at all.

menyampah lagi. tadinya mau minta maaf, tapi kalau dipikir-pikir ini kan blog saya. jadi, terserah saya. saya mau menyampah sebanyak-banyaknya disini, semau saya, sampai saya merasa puas atau lelah.


krisis menjelang dewasa itu apa benar ada? belum pernah saya merasa setidak tenang ini. tiba-tiba saya tidak bisa percaya pada siapapun. tiba-tiba tanpa saya niatkan, ada tembok tebal antara diri saya dengan semua orang. oh, ya, masih ada tawa dan lelucon, masih ada waktu bersenang-senang bersama, tapi tidak ada hati saya disana. masih ada pertemanan, tapi entah bagaimana nasibnya persahabatan.


dulu saya percaya bahwa segala sesuatu yang seseorang lakukan akan membawa sesuatu yang lainnya. mungkin tidak sekarang. mungkin tidak sesuai keinginan, tapi sesuai kebutuhan.


tiba-tiba saja sekarang saya tidak percaya lagi pada hal semacam itu. barangkali dulu saya percaya karena saya juga percaya bahwa yang ada di dalam jauh lebih baik daripada yang terlihat di permukaan. maka saya berusaha bersabar menembus permukaan meski itu sulit. kemudian benar, yang saya temui di dalam jauh lebih cantik.


sekarang saya tidak lagi melakukan itu. karena sepertinya semua orang puas dengan apa yang ada di permukaan. sekedar apa yang terlihat. jadi untuk apa saya berusaha merobek kulit permukaan kalau semua orang tidak lagi memperhatikan apa yang ada di dalam? 


dulu saya akan mempertahankan apa yang saya punya. saya akan menjaga diri saya. sekarang? diserang dan disakiti pun saya tidak mau melakukan apa-apa. saya punya reputasi yang memberatkan, sehingga kalau saya bertindak, saya yang salah. tidak peduli sayalah yang berdarah. sampai kapan? apakah saya harus terus diam melihat semua yang saya miliki menjauh dari genggaman?


sampai kapan harus terus kehilangan? sampai kapan bungkam? suatu hari nanti saya bisa saja hanya memiliki kerinduan dan kenangan. hanya itu yang bakal tersisa.


kalau saya punya Yahoo Messenger atau Windows Messenger Tuhan, saya akan meminta maaf. barangkali semua yang saya katakan terkesan tidak bersyukur. tapi saya sungguh kehilangan arah. ada apa dengan hidup saya? apa yang berubah? lingkungan saya? diri saya?


ataukah ini semua hanya karena saya bertambah dewasa?


kalau memang begitu, saya tidak ingin bertambah dewasa.

0 confused man: