Kabur
Daun Kecil mendongak dan bertanya heran, "Awan? Mengapa kabur?"
"Aku capek diminta menangis terus di sini. Aneh orang-orang ini, padahal rumah mereka sudah terendam oleh airmataku. Kau juga aneh; kemana teman-temanmu? Kalau kalian tak minum, negeri ini akan pindah ke bawah laut."
"Teman-temanku sudah mati..."
Awan berhenti sejenak hendak menyampaikan simpati, namun tak jadi ketika melihat Daun Kecil terisak. Sebelum sempat menangis haru ia buru-buru meneruskan perjalanan.
Dan sekejap kemudian, langit menjadi kosong. Hanya ada Matahari. Jakarta kering lagi tapi Kalimantan terbakar besar-besaran akibat orang-orang bodoh merokok tanpa mematikan apinya. Panas Matahari memperparah segalanya.
Tinggal tunggu saja sampai Awan kembali untuk menangis. Tangisannya akan memberi minum pada Daun Kecil sekaligus merendam rumah-rumah di Kalimantan yang botak. Atau bisa saja Awan benar-benar tidak mau kembali dan Daun Kecil akan mati kehausan.
(Lama kelamaan aku juga akan mati karena Daun Kecil dan teman-temannya mati semua. Kadang aku teman-temanku lupa bahwa ada nyawa yang begitu berharga di dalam tubuh yang begitu kecil dan tanpa suara. Juga lupa bahwa kita tidak bisa kabur kemana-mana.)




2 confused man:
like this bgt.
save our earth!!
iya bangetlaaah
Post a Comment