"I was born with an enormous need for affection, and a terrible need to give it." - Audrey Hepburn

Kabur





Daun Kecil mendongak dan bertanya heran, "Awan? Mengapa kabur?"


"Aku capek diminta menangis terus di sini. Aneh orang-orang ini, padahal rumah mereka sudah terendam oleh airmataku. Kau juga aneh; kemana teman-temanmu? Kalau kalian tak minum, negeri ini akan pindah ke bawah laut."


"Teman-temanku sudah mati..."


Awan berhenti sejenak hendak menyampaikan simpati, namun tak jadi ketika melihat Daun Kecil terisak. Sebelum sempat menangis haru ia buru-buru meneruskan perjalanan.


Dan sekejap kemudian, langit menjadi kosong. Hanya ada Matahari. Jakarta kering lagi tapi Kalimantan terbakar besar-besaran akibat orang-orang bodoh merokok tanpa mematikan apinya. Panas Matahari memperparah segalanya.


Tinggal tunggu saja sampai Awan kembali untuk menangis. Tangisannya akan memberi minum pada Daun Kecil sekaligus merendam rumah-rumah di Kalimantan yang botak. Atau bisa saja Awan benar-benar tidak mau kembali dan Daun Kecil akan mati kehausan. 


(Lama kelamaan aku juga akan mati karena Daun Kecil dan teman-temannya mati semua. Kadang aku teman-temanku lupa bahwa ada nyawa yang begitu berharga di dalam tubuh yang begitu kecil dan tanpa suara. Juga lupa bahwa kita tidak bisa kabur kemana-mana.)

2 confused man:

bagusrama said...

like this bgt.
save our earth!!

Azka Shabrina said...

iya bangetlaaah