Sudah Lelah Dia Sebenarnya
Setelah sebuah perbincangan yang melegakan dan sekaligus membuat pegal kemarin malam, akhirnya saya mulai memikirkan blog ini.
Kasihan dia sebenarnya. Tetap ada tapi lebih sering terlupakan. Lebih sering lagi digunakan hanya untuk sekedar singgah dan berkeluh kesah. Bahkan tak jarang ia didatangi orang-orang asing yang tujuannya hanya ingin membuka-buka cerita masa lalu dan paling baru. Seringkali cerita menyakitkan.
Kalau bisa bicara dia akan memaki dan memanggil saya si kacang yang lupa pada kulitnya. Dan memanggil orang-orang asing itu si pengecut yang ingin tahu.
Kasihan dia.
Maka yang paling baik adalah membebaskannya. Ia kini tidak perlu menunggu-nunggu dan menggerutu lagi. Pada saya atau pada siapapun yang ingin tahu.
Terima kasih, blog. Sampai jumpa.
Kasihan dia sebenarnya. Tetap ada tapi lebih sering terlupakan. Lebih sering lagi digunakan hanya untuk sekedar singgah dan berkeluh kesah. Bahkan tak jarang ia didatangi orang-orang asing yang tujuannya hanya ingin membuka-buka cerita masa lalu dan paling baru. Seringkali cerita menyakitkan.
Kalau bisa bicara dia akan memaki dan memanggil saya si kacang yang lupa pada kulitnya. Dan memanggil orang-orang asing itu si pengecut yang ingin tahu.
Kasihan dia.
Maka yang paling baik adalah membebaskannya. Ia kini tidak perlu menunggu-nunggu dan menggerutu lagi. Pada saya atau pada siapapun yang ingin tahu.
Terima kasih, blog. Sampai jumpa.


